close

Senin, 09 Mei 2011

MA’RIFATUR RABB

MA’RIFATUR RABB
Tauhid Uluhiyah

             Tauhid Uluhiyah yaitu mengesakan Allah Ta’ala melalui perbuatan pada hamba, dinamakan juga dengan tauhid ibadah. Maknanya adalah yang pasti bahwa Allah adalah ilah (sesembahan) yang haq dan tidak ada ilah selain-Nya, segala yang diibadahi selain-Nya adalah bathil, hanya Dialah yang patut diibadahi, bagi-Nya ketundukan dan kepatuhan secara mutlak. Tidak boleh siapapun dijadikan sebagai sekutu-Nya dan tidak boleh bentuk ibadah apapun diperuntukan kepada selain-Nya, seperti shalat, puasa, zakat, haji, do’a isti’anah (meminta pertolongan), nadzar, menyembelih, tawakal, khauf (takut), harap, cinta dan lain-lain dari macam-macam ibadah yang zhahir (tampak) maupun batin. Ibadah kepada Allah harus dilandasi dengan rasa cinta, cemas, dan harap secara bersamaan. Beribadah kepada-Nya dengan sebagian saja dan meninggalkan sebagian lainnya adalah kesesatan.
Allah Ta’ala berfirman :
x$­ƒÎ) ßç7÷ètR y$­ƒÎ)ur ÚúüÏètGó¡nS ÇÎÈ  
Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” (QS. Al – Faatihah:5)
Firman-Nya pula :
`tBur äíôtƒ yìtB «!$# $·g»s9Î) tyz#uä Ÿw z`»ydöç/ ¼çms9 ¾ÏmÎ/ $yJ¯RÎ*sù ¼çmç/$|¡Ïm yZÏã ÿ¾ÏmÎn/u 4 ¼çm¯RÎ) Ÿw ßxÎ=øÿムtbrãÏÿ»s3ø9$# ÇÊÊÐÈ  
Dan barang siapa beribadah kepada ilah yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya untuk itu, maka sesungguhnya perhitungannya disisi Rabbnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” (QS. Al-Mukminun: 117)

Tauhid Uluhiyah adalah inti dakwah yang disampaikan para Rasul. Pengingkaran terhadap hal itu merupakan penyebab dari berbagai malapetaka yang menimpa ummat-ummat terdahulu.
Tauhid Uluhiyah merupakan awal akhir agama, batin dan lahirnya, juga merupakan tema pertama dakwah para Rasul dan yang terakhir. Oleh karenanya, diutuslah para Rasul, diturunkan Kitab-Kitab samawi, disyari’atkan jihad, dibedakan antara orang muslim dengan orang kafir, dan penghuni Surga dengan penghuni Neraka.
Itulah makna firma Allah :
... Tidak ada ilah yang brhak diibadahi dengan benar, kecuali Allah...” (QS. Ash-Shaaffat:35)
Allah Ta’ala berfirman :
Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelumnya, melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘bahwasanya tidak ada ilah (yang hak) melainkan Aku, maka beribadahlah kamu hanya kepada-Ku’” (QS. Al-Anbiyaa’: 25)
Yang menjadi Rabb Yang Maha Pencipta, Pemberi rizki, Yang Menguasai, Yang mengatur, Yang menghidupkan, Yang Mematikan, yagn disifati dengan semua sifat kesempurnaan, yang suci dari segala kekurangan, segala sesuatu (berada) di tangan-Nya, maka pastilah Dia Rabb yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan tidak boleh ibadah itu dipalingkan, kecuali kepada-Nya semata. Allah Ta’alaa berfirman :
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56)
Tauhid Uluhiyah merupakan konsekuensi dari  Tauhid Rububiyyah. Hal tersebut karena orang-orang  musyrik tidak menyembah Rabb Yang Esa, tetapi mereka menyembah banyak rabb bahkan mereka menganggap rabb-rabb tersebut dapat mendekatkan mereka kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Walaupun demikian, mereka mengakui bahwa rabb-rabb tersebut tidak dapat mendatangkan mudharat maupun manfaat. Oleh karena itu, Allah tidak menggolongkan mereka sebagai orang-orang yang beriman walaupun mereka mengakui tauhid Rububiyyah. Allah menggolongkan mereka sebagai orang-orang kafir sebab mereka mempersekutukan-Nya dengan yang selain-Nya dalam ibadah.
Dari sini, ‘aqidah Salafush Shalih –Ahlus Sunnah wal Jama’ah– berbeda dengan yang lainnya dalam hal Tauhid Uluhiyah. Ahlus Sunnah tidak mengartikan Tauhid Uluhiyah. Ahlus Sunnah tidak mengartikan tauhid seperti pendapat sebagian kelompok yang mengatakan bahwa makna tauhid itu adalah “tidak ada Pencipta kecuali Allah.” Akan tetapi, menurut mereka tauhid Uluhiyah tidak terlealisir kecuali bila ada dua prinsip
Pertama: Agar semua bentuk ibadah hanya ditujukan kepada-Nya tidak boleh kepada yang selain-Nya dan makhluk tidak diberikan hak apa pun dari hak-hak Pencipta dan ciri-ciri khas-Nya.
Maka tidak boleh diibadahi kecuali Allah, tidak boleh shalat kepada selain-Nya, tidak boleh sujud kepada selain-Nya, tidak nadzar kepada selain-Nya, dan tidak bertawakkal  kepada selain-Nya. Tauhid Uluhiyah itu menurut pengesaan Allah dalam ibadah.
Ibadah: Mencakup perkataan hati dan lisan, atau juga berupa perbuatan hati dan anggota tubuh.
Allah Ta’ala berfirman:
Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).’” (QS. Al-An’aam: 162-163)
Allah berfirman:
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik) ...” (QS. Az-Zumar: 3)
Kedua: Ibadah itu harus sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.
·      Mentauhidkan Allah dalam ibadah, tunduk, dan taat adalah realisasi dari syahadat “Laa ilaha Illallahu (tidak ada ilah yang diibadahi kecuali Allah).”
·      Mutaba’ah (mengikuti) Rasulullah dan mentaati apa yang diperintahkannya serta yang dilarangnya adalah realisasi dari syahadat: “Muhammadur Rasulullah  (Muhammad adalah utusan Allah).”
Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah Mereka beribadah hanya kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apa pun. Mereka tidak memohon kecuali hanya kepada Allah dan tidak meminta pertolongan kecuali kepada-Nya. Mereka tidak meminta bantuan (beristighatsah) kecuali kepada-Nya, tidak bertawakkal kecuali kepada-Nya, tidak takut kecuali kepada-Nya dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan (melakukan) ketaatan dan ibadah kepada-Nya serta dengan melakukan amalan-amalan yang shalih.
Allah Ta’ala berfirman:
Beribadah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun ...” (QS. An-Nisaa’: 36)

Sumber : Intisari ‘AQIDAH Ahlus Sunnah wal Jama’ah

0 komentar:

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* : 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan bijak, jangan pernah menggunakan kata kotor atau dan yang lainnya karena ALLAH selalu ada disamping kita

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by dot-xp | Bloggerized by Erie Aprianto Ratno Atmojo - SMAN 1 SUKOHARJO | ROHIS SMAN 1 SUKOHARJO.