close

Rabu, 09 Maret 2011

FIKIH BERCANDA

Siapa bilang Islam nggak mengenal bercanda? But,bukan bercanda yang bikin orang cekikan lho! Bukan pula bercanda yang penuh dengan kebohongan.So….
Bercanda, memang bias bikin orang kembali Fresh setelah lelah dengan aktivitasnya. Bercanda bisa mengembalikan kondisi hati menjadi lebih baik lagi. Bercanda bias membuat hati orang lain senang. Bercanda juga bisa bikin hati penuh dengan warna (pelangi kali…!)
            Tapi awas! Kebanyakan & salah dalam bercanda bisa membuat hati keras. Terlebih bercanda yang nggak pake aturan dan tata cara akan membuahkan kesenangan tapi plus dosa. Nggak mau kan?
PAKE ETIKA
Kita tahu, Islam udah mengatur semuanya. Jadi nggak asal bercanda saja, ada aturan dan rambu-rambunya. Bukan asal membuat orang lain ketawa dikatakan bercanda. Bukan asal menjadikan senang lawan bicara dibilang bercanda.
Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam sendiri meski sering bercanda dengan istri dan para sahabatnya radhiallahuanhu tetap nggak berlebihan. Artinya Beliau tetap memenej candanya pada batas-batas  yang sesuai dengan anjuran agama. Terus apa batasan-batasan dalam bercanda? Ini diantaranya :
Niat Perlu Diperlurus
            Bercanda tak hanya sekedar untuk ketawa. Tapi lebih dari itu, dalam bercanda kudu diniatkan untuk menghilangkan kepenatan, rasa capek, suasana yang membosankan alias garing. Dengan niat ini kita bisa mengembalikan kesegaran dan semangat baru untuk melanjutkan aktivitas full manfaat. Dengan kata lain aktivitas bercanda tidaklah bernilai sia-sia, karena bisa menambah semangat baru. Bahkan kalo diniatkan untuk ibadah pahala hasilnya!
Nggak Ada Maksiat
            Boleh saja bercanda asal tetap pada jalur syar’i. Artinya dalam bercanda tidak bercampur kemaksiatan yang dilarang. Apa ada? Ya ada saja missal bercanda yang sifatnya membuat orang lain takut, gelisah dan lainnya. Model canda yang  kaya’ gini masuk dalam kategori larangan Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam “Tidak halal bagi seorang muslim membuat takut muslim lain.” (Riwayat Abu Daud, Shahih Abu Daud 4184)
            Bercanda tapi dusta adalah contoh canda yang dilarang. Pasalnya, Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah menyatakan, “Sesungguhnya aku juga bercanda, tapi aku tidaklah mengatakan sesuatu melainkan yang benar.” (Riwayat Ath Thabrani, Shahih Al Jami’ 2494)
            Contoh lain canda yang maksiat adalah bercanda dalam rangka untuk melecehkan orang dan kelompok tertentu. Sungguh model yang demikian sangat dilarang.
Aksi Buruk, Jangan!
            Yang sering terjadi, canda yang diwarnai dengan aksi dan perbuatan buruk bisa menyulut pertengkaran. Mestinya canda yang bijak dan cerdik adalah  yang bernilai positif dan diawali dengan sesuatu yang baik. Alloh ta’ala mensinyalir hal ini dalam ayat-Nya,
   “Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, ‘Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan diantara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (Al Israa’: 53)

            Boleh bercanda asal tidak menghina ayat-ayat Al Qur’an dan syiar-syiar agama ini (istihza’ Fiiddin). Seperti guyonan yang nyerempet-nyerempet dan mendeskreditkan hokum Islam ato mempermainkan simbol-simbol agama Islam.
            Alloh ta’ala telah memperingatkan orang model ini di dalam firman-Nya, yang artinya,
   “Orang-orang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi didalam hati mereka. Katakanlah kepada merka, “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Alloh dan Rasul-Nya).” Sesungguhnya Alloh akan menyatakan apa yang kamu takuti. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersendau gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Apakah dengan Alloh, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (At Taubah :64-65).
Nggak Banyak Ketawa
            Biasanya bercanda identik dengan ketawa terbahak-bahak, cekikikan, hingga terpingkal-pingkal. Padahal ini yang dilarang oleh Nabi kita Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya dikatakan,
                   “ Janganlah kamu banyak ketawa sesungguhnya banyak ketawa bisa mematikan hati.”
            Parahnya lagi ketawa gaya bebas alias memperlihatkan semua isi mulut (saking lebarnya mulut ketika ketawa!). Model ketawa ini nggak sesuai dengan tawa Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam.
            Aisyah radhiallahuanha pernah menuturkan,
                   “ Aku belum pernah melihat Rasulullah sekalipun terbahak-bahak hingga kelihatan lidahnya, tapi beliau hanya tersenyum.” (Riwayat Al Bukhori dan Muslim)
Nggak Kelewatan
            Bercanda boleh dilakukan jika tak sampai kelewatan. Artinya bercanda tetap memperhatikan sikon dan aturan main.
Tepat Sasaran
            Meski mayoritas orang suka dengan canda , tapi ada beberapa orang sama sekali nggak suka bercanda. Makanya, dalam bercanda kita kudu memilah dan memilih orang yang diajak bercanda. Dengan kata lain dalam bercanda kita kudu tepat sasaran. Sudah tahu nggak suka bercanda kok diajak bercanda juga. Fatal akibatnya, bisa berabe alias nggak karuan. Mau bukti? Silakan coba kalo berani!
Tepat Waktu
            Kita harus tahu kapan waktu untuk bercanda dan kapan untuk serius. Karena nggak semua waktu dan situasi bisa kita gunakan untuk bercanda. Seperti sedang dalam majelis ta’lim/menuntut ilmu, dalam majelis hakim, ketika member persaksian de el el. Pada waktu dan situasi tersebut hindari yang namanya canda tawa.
            Walhasil, bercanda adalah sah-sah saja. Tapi kudu sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku didalam syariat. Nah, selamt tersenyum dengan candamu!
(Dikutip Oleh Ndaru Akbari Al-Waruni : Elfata)

0 komentar:

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* : 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Harap berkomentar dengan bijak, jangan pernah menggunakan kata kotor atau dan yang lainnya karena ALLAH selalu ada disamping kita

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by dot-xp | Bloggerized by Erie Aprianto Ratno Atmojo - SMAN 1 SUKOHARJO | ROHIS SMAN 1 SUKOHARJO.